Masih Sabtu (26/10/2013), berbarengan dengan acara pemilihan ketua OSIS, ada acara yang diselenggarakan oleh mahasiswa Ciamis yang kuliah di Bandung.
Acara ini bernama "Gebyar Rakyat Galuh". Siangnya, ada perlombaan. Ada 2 cabang yang dilombakan, yaitu lomba karya tulis ilmiah dan lomba debat. Tempatnya juga di SMA Negeri 1 Ciamis.
Malam harinya, di Taman Lokasana Ciamis, diadakan pentas seni. Kegiatan ini masih bagian dari acara Gebyar Rakyat Galuh. Pesertanya sekolah-sekolah yang ada di Ciamis. SMA Negeri 1 Ciamis juga mengirimkan Nuansa sebagai perwakilan sekolah. Benar-benar hari yang padat buat Nuansa!
Saya diminta rekan saya untuk ikut berpartisipasi. Awalnya ya saya menolak, dengan alasan saya akan berangkat ke Banjar. Tapi karena benar-benar kekurangan pemain, saya akhirnya ikut.
Acaranya dimulai setelah Maghrib. Sementara pemain perempuan sibuk berdandan, kami, pemain laki-laki berangkat ke Taman Lokasana untuk melakukan persiapan. Yang datang lumayan banyak. Mungkin karena malam minggu kali ya, hehehe ..
Semakin malam, acara semakin meriah. Semakin banyak yang datang menyaksikan pertunjukan. Satu persatu peserta menampilkan kreasi masing-masing. Ada teater, tari, dramatisasi puisi, musikalisasi puisi, dan sebagainya. Benar-benar malam apresiasi seni deh..
Tibalah giliran kami tampil. FYI, ada 3 penampilan yang dikirimkan SMA Negeri 1 Ciamis: Rampak Kendang, Tari Jaipong, Tari Kembang Tanjung, dan Musikalisasi Puisi (oleh Chromatic Lovable, salah satu karyanya bisa dilihat di arsip besar blog ini).
Alhamdulillah, kami tampil cukup memuaskan malam ini. Meskipun ada beberapa kendala internal, kami berhasil mengatasinya.
Terima kasih untuk Sabtu (26/10/2013) kemarin. Benar-benar hari yang melelahkan, tapi hari yang benar-benar indah :)
Minggu, 27 Oktober 2013
Ketua OSIS SMA Negeri 1 Ciamis 2013/2014
Sabtu (26/10/2013) kemarin, di sekolah saya dilaksanakan pemilihan ketua OSIS periode 2013/2014. Seperti yang pernah saya katakan sebelumnya, ada 3 calon ketua OSIS. Bagi yang belum baca, silakan cari di arsip besar blog ini yang judulnya kalau tidak salah 'orasi caketos yang bikin gregetan'.
Seperti biasa, saya berangkat sekolah agak siang. Karena sudah kebiasaan, berangkat pagi-pagi rasanya suka aneh begitu deh. Meskipun agak siang, saya KALI INI tidak kesiangan.
Saya lantas masuk ke kelas. Saya duduk di bangku saya, dan mengerjakan tugas biologi saya yang belum selesai -_- (baru dikerjain sedikit, sisanya ketiduran. Jangan ditiru ya :p).
Humas pilketos sudah memberitahu agar kumpul di lapangan upacara. "Acara akan segera dimulai, jadi mohon untuk berkumpul di lapangan sekarang," katanya. Saya membereskan dulu pekerjaan saya, dan setelah itu menuju lapangan upacara.
Dalam setiap acara, pasti ada pembukaannya. Nah, di acara pilketos kali ini juga begitu. Acara pembukaan seperti biasa, Nuansa sangat berperan di bagian ini. Dengan kreasinya, Nuansa menampilkan penampilan yang menghibur.
Setelah acara pembukaan selesai, acara inti dimulai. Satu persatu kelas dipanggil, mulai dari XII IPA sampai X IPS. Agak bosan juga saya menunggu, jadi ya saya keluyuran dulu. FYI, saya kelas XI IPA 3 :p
Singkat cerita, setelah semua kelas sudah melakukan pencontrengan, penghitungan suara dimulai. Setelah semuanya selesai, hasilnya diumumkan. "Yang menjadi ketua OSIS periode 2013/2014 adalah Agung Prasetyo," begitu katanya. Saya lupa lagi berapa jumlah suaranya, yang jelas beda 80 dari calon yang menempati urutan kedua.
Selamat untuk Agung! Semoga bisa memimpin dengan baik yang bijaksana. Aamiin.
Seperti biasa, saya berangkat sekolah agak siang. Karena sudah kebiasaan, berangkat pagi-pagi rasanya suka aneh begitu deh. Meskipun agak siang, saya KALI INI tidak kesiangan.
Saya lantas masuk ke kelas. Saya duduk di bangku saya, dan mengerjakan tugas biologi saya yang belum selesai -_- (baru dikerjain sedikit, sisanya ketiduran. Jangan ditiru ya :p).
Humas pilketos sudah memberitahu agar kumpul di lapangan upacara. "Acara akan segera dimulai, jadi mohon untuk berkumpul di lapangan sekarang," katanya. Saya membereskan dulu pekerjaan saya, dan setelah itu menuju lapangan upacara.
Dalam setiap acara, pasti ada pembukaannya. Nah, di acara pilketos kali ini juga begitu. Acara pembukaan seperti biasa, Nuansa sangat berperan di bagian ini. Dengan kreasinya, Nuansa menampilkan penampilan yang menghibur.
Setelah acara pembukaan selesai, acara inti dimulai. Satu persatu kelas dipanggil, mulai dari XII IPA sampai X IPS. Agak bosan juga saya menunggu, jadi ya saya keluyuran dulu. FYI, saya kelas XI IPA 3 :p
Singkat cerita, setelah semua kelas sudah melakukan pencontrengan, penghitungan suara dimulai. Setelah semuanya selesai, hasilnya diumumkan. "Yang menjadi ketua OSIS periode 2013/2014 adalah Agung Prasetyo," begitu katanya. Saya lupa lagi berapa jumlah suaranya, yang jelas beda 80 dari calon yang menempati urutan kedua.
Selamat untuk Agung! Semoga bisa memimpin dengan baik yang bijaksana. Aamiin.
Senin, 21 Oktober 2013
Orasi caketos yang bikin gregetan
Senin, 21 Oktober 2013, dilaksanakan orasi dari calon-calon ketua OSIS periode 2013/2014. Ada 3 calon yang berhasil lolos dari beberapa seleksi. Dari Nuansa: Suci Dewiyani F., dari IRM Al-Kautsar: M. Ari Wibowo, dan dari Olahraga: Agung Prasetyo (bukan Vicky Prasetyo ya :v).
Acara dimulai pukul 7.30 pagi. Ketika saya sampai ke sekolah (sekitar pukul 7 pagi, hampir kesiangan -_-) juga para calon ketua OSIS sudah bersiap dengan rombongan masing-masing. Mereka mengenakan pakaian khas organisasi.
Yang pertama berorasi adalah calon dari Nuansa, Suci. Sambil berjalan menuju mimbar dia diiringi rombongannya. Begitu pula untuk yang kedua dan ketiga. Para rombongan begitu antusias mengikuti orasi.
Melihat itu, saya jadi teringat tahun lalu. Tahun lalu, yang menjadi calon 3 besar adalah dari organisasi Nuansa, IRM, dan KIR. Ini berarti Nuansa dan IRM 2 tahun berturut-turut lolos ke 3 besar.
Oke kembali ke laptop :p. Karena saya juga ikut organisasi Nuansa, IRM, dan KIR, saya jadi bingung harus ikut rombongan mana. Tapi akhirnya saya ikut orasi Nuansa dan IRM.
Ada sedikit rasa malu ketika ikut orasi. Kenapa? Karena rombongan itu cuma jalan-jalan mengelilingi lapang, lalu berhenti di podium. Setelah itu, kembali lagi ke tempat asal. Tentu saja itu semua dilihat banyak warga SMA N 1 Ciamis.
Yah walaupun agak malu, tapi rame juga sih. Banyak sorak sorai ketika kami masuk ke lapangan upacara. Apalagi ketika calon ketua OSIS sedang menyampaikan pidato dan visi misinya. Ah, gregetan pokoknya hehehe ..
Tulisan pendek ini terinspirasi ketika sedang melihat orasi calon ketua OSIS di dekat majalah dinding organisasi Jurnalis.
Acara dimulai pukul 7.30 pagi. Ketika saya sampai ke sekolah (sekitar pukul 7 pagi, hampir kesiangan -_-) juga para calon ketua OSIS sudah bersiap dengan rombongan masing-masing. Mereka mengenakan pakaian khas organisasi.
Yang pertama berorasi adalah calon dari Nuansa, Suci. Sambil berjalan menuju mimbar dia diiringi rombongannya. Begitu pula untuk yang kedua dan ketiga. Para rombongan begitu antusias mengikuti orasi.
Melihat itu, saya jadi teringat tahun lalu. Tahun lalu, yang menjadi calon 3 besar adalah dari organisasi Nuansa, IRM, dan KIR. Ini berarti Nuansa dan IRM 2 tahun berturut-turut lolos ke 3 besar.
Oke kembali ke laptop :p. Karena saya juga ikut organisasi Nuansa, IRM, dan KIR, saya jadi bingung harus ikut rombongan mana. Tapi akhirnya saya ikut orasi Nuansa dan IRM.
Ada sedikit rasa malu ketika ikut orasi. Kenapa? Karena rombongan itu cuma jalan-jalan mengelilingi lapang, lalu berhenti di podium. Setelah itu, kembali lagi ke tempat asal. Tentu saja itu semua dilihat banyak warga SMA N 1 Ciamis.
Yah walaupun agak malu, tapi rame juga sih. Banyak sorak sorai ketika kami masuk ke lapangan upacara. Apalagi ketika calon ketua OSIS sedang menyampaikan pidato dan visi misinya. Ah, gregetan pokoknya hehehe ..
Tulisan pendek ini terinspirasi ketika sedang melihat orasi calon ketua OSIS di dekat majalah dinding organisasi Jurnalis.
Minggu, 20 Oktober 2013
Permainan yang mulai hilang
Di era modern ini, mainan sudah pada canggih. Ada playstation, xbox, dan sebagainya. Tambah lagi sekarang sudah ada game online, seperti Point Blank, 3 Kingdoms, dan masih banyak lagi. Semua itu sering dimainkan anak-anak zaman sekarang.
Hal ini terbukti ketika saya pergi ke warnet. Warnet depan gapura saya penuh oleh anak-anak SD dan SMP. Itu pun anak-anak SMP yang baru lulus dari SD. Mereka sedang asyik main PB. Sambil bermain, mulut mereka tak berhenti bicara.
Saya jadi ingat dulu waktu masih SD. Saya dan teman-teman saya suka bermain petak umpet, main kelereng, gasing yang harganya 2000-an, ah masih banyak lagi pokoknya. Kalau pulang ke rumah itu badan udah kotor dan bau keringat hehe..
Sekarang bagaimana? TIDAK ADA. Di kampung saya permainan seperti itu sudah tidak ada lagi. Yang ada mungkin hanya kelereng saja. Itu juga paling berlangsung cuma sebentar, sekitar 1 bulan bahkan kurang. Anak-anak sekarang lebih suka main PS atau game online.
Lantas bagaimana dengan permainan-permainan itu? Entahlah. Mungkin hanya tinggal nama saja. Tergantung anak-anaknya juga sih. Kalau mau main lagi permainan waktu saya SD permainan itu tidak akan hilang.
Saya sempat berpikir bagaimana permainan-permainan itu ke depannya. Padahal sayang lho kalau punah. Itu adalah permainan asli dari Indonesia. Itu juga yang jadi ciri khas negara kita. Kalau itu hilang, ciri khas kita berkurang. Betul?
Yah harapan saya cuma sedikit sih, semoga permainan-permainan saya waktu SD tidak punah. Saya tidak melarang anak-anak main Playstation atau game online. Itu ya hak mereka. Cuma, masih bisa kan, permainan dulu dan sekarang dijalankan beriringan? Masa harus saya lagi yang main. Ga lucu kan udah bulu ketekan gini main permainan pas dulu SD? Hehehe..
Tulisan ini terinspirasi saat saya melihat adik-adik saya bermain gasing dari kayu buatan ayah saya. Syukurlah, permainan-permainan dahulu masih dimainkan oleh adik-adik saya.
Hal ini terbukti ketika saya pergi ke warnet. Warnet depan gapura saya penuh oleh anak-anak SD dan SMP. Itu pun anak-anak SMP yang baru lulus dari SD. Mereka sedang asyik main PB. Sambil bermain, mulut mereka tak berhenti bicara.
Saya jadi ingat dulu waktu masih SD. Saya dan teman-teman saya suka bermain petak umpet, main kelereng, gasing yang harganya 2000-an, ah masih banyak lagi pokoknya. Kalau pulang ke rumah itu badan udah kotor dan bau keringat hehe..
Sekarang bagaimana? TIDAK ADA. Di kampung saya permainan seperti itu sudah tidak ada lagi. Yang ada mungkin hanya kelereng saja. Itu juga paling berlangsung cuma sebentar, sekitar 1 bulan bahkan kurang. Anak-anak sekarang lebih suka main PS atau game online.
Lantas bagaimana dengan permainan-permainan itu? Entahlah. Mungkin hanya tinggal nama saja. Tergantung anak-anaknya juga sih. Kalau mau main lagi permainan waktu saya SD permainan itu tidak akan hilang.
Saya sempat berpikir bagaimana permainan-permainan itu ke depannya. Padahal sayang lho kalau punah. Itu adalah permainan asli dari Indonesia. Itu juga yang jadi ciri khas negara kita. Kalau itu hilang, ciri khas kita berkurang. Betul?
Yah harapan saya cuma sedikit sih, semoga permainan-permainan saya waktu SD tidak punah. Saya tidak melarang anak-anak main Playstation atau game online. Itu ya hak mereka. Cuma, masih bisa kan, permainan dulu dan sekarang dijalankan beriringan? Masa harus saya lagi yang main. Ga lucu kan udah bulu ketekan gini main permainan pas dulu SD? Hehehe..
Tulisan ini terinspirasi saat saya melihat adik-adik saya bermain gasing dari kayu buatan ayah saya. Syukurlah, permainan-permainan dahulu masih dimainkan oleh adik-adik saya.
Kamis, 17 Oktober 2013
Terlalu banyak sosial media
Sosial media sudah menjadi bagian dari kehidupan yang tidak bisa dipisahkan. Setiap hari kita buka sosial media. Kita melihat status/tweet orang lain di sosmed. Kita bisa tau apa yang sedang orang lain lakukan dan rasakan lewat sosmed. Sosmed juga mempermudah komunikasi dengan orang lain.
Ada lumayan banyak sosial media di Indonesia. Ada saling sapa (salingsapa.com), kotak tertawa (kotaktertawa.com), fb.co.id, smaboy (smaboy.com), dan masih banyak lagi. Semua sosmed itu memiliki tampilan yang cukup menarik dan interaktif.
Tapi, faktanya orang-orang Indonesia sendiri lebih senang menggunakan sosmed mancanegara, seperti facebook, dan twitter. Kadang saya berpikir kenapa harus sosmed dari luar, padahal sosmed Indonesia juga tak kalah menarik dari luar.
Selain sosmed yang dua itu, ada lagi beberapa sosmed yang biasa diakses oleh remaja. Sebut saja Instagram. Sosial media ini khusus untuk berbagi foto dan video pendek. Ada juga Path. Kita bisa update sedang apa dan dimana. Kita juga bisa berbagi foto di Path. Aplikasinya bisa diunduh secara gratis di Google Play dan App Store.
Ada juga Heello, yang sedang booming di kelas saya. Tampilannya hampir mirip dengan Twitter. Dinamis. Hanya saja istilah-istilahnya berbeda dengan Twitter. Contohnya, di Twitter kita mengenal istilah follow. Untuk di Heello adalah listen. Sekarang, Heello masih dalam versi beta.
Ada juga Ask.fm. Menurut salah satu situs web yang saya baca, Ask.fm kependekan dari ask for me, atau tanyakan untukku. Sesuai namanya, website ini khusus untuk tanya jawab tentang apa saja. Sosmed ini paing cocok saat sedang bosan.
Google juga nggak mau ketinggalan. Google menciptakan sosmed Google+. Dengan ciri khasnya yaitu + dan lingkaran, Google+ mampu bersaing dengan sosmed-sosmed lainnya.
Website-website yang saya sebut tadi, biasa diakses oleh teman saya. Hampir semua teman saya memiliki akun sosmed-sosmed itu. Saya pun ikut membuat akun sosmed-sosmed itu, supaya silaturahmi tetap terjalin.
Terlalu banyak sosmed sekarang ini. Otak pun harus bersiap me
ngingat username dan password dari tiap-tiap akun sosmed yang dibuat.
Ada lumayan banyak sosial media di Indonesia. Ada saling sapa (salingsapa.com), kotak tertawa (kotaktertawa.com), fb.co.id, smaboy (smaboy.com), dan masih banyak lagi. Semua sosmed itu memiliki tampilan yang cukup menarik dan interaktif.
Tapi, faktanya orang-orang Indonesia sendiri lebih senang menggunakan sosmed mancanegara, seperti facebook, dan twitter. Kadang saya berpikir kenapa harus sosmed dari luar, padahal sosmed Indonesia juga tak kalah menarik dari luar.
Selain sosmed yang dua itu, ada lagi beberapa sosmed yang biasa diakses oleh remaja. Sebut saja Instagram. Sosial media ini khusus untuk berbagi foto dan video pendek. Ada juga Path. Kita bisa update sedang apa dan dimana. Kita juga bisa berbagi foto di Path. Aplikasinya bisa diunduh secara gratis di Google Play dan App Store.
Ada juga Heello, yang sedang booming di kelas saya. Tampilannya hampir mirip dengan Twitter. Dinamis. Hanya saja istilah-istilahnya berbeda dengan Twitter. Contohnya, di Twitter kita mengenal istilah follow. Untuk di Heello adalah listen. Sekarang, Heello masih dalam versi beta.
Ada juga Ask.fm. Menurut salah satu situs web yang saya baca, Ask.fm kependekan dari ask for me, atau tanyakan untukku. Sesuai namanya, website ini khusus untuk tanya jawab tentang apa saja. Sosmed ini paing cocok saat sedang bosan.
Google juga nggak mau ketinggalan. Google menciptakan sosmed Google+. Dengan ciri khasnya yaitu + dan lingkaran, Google+ mampu bersaing dengan sosmed-sosmed lainnya.
Website-website yang saya sebut tadi, biasa diakses oleh teman saya. Hampir semua teman saya memiliki akun sosmed-sosmed itu. Saya pun ikut membuat akun sosmed-sosmed itu, supaya silaturahmi tetap terjalin.
Terlalu banyak sosmed sekarang ini. Otak pun harus bersiap me
ngingat username dan password dari tiap-tiap akun sosmed yang dibuat.
Rabu, 16 Oktober 2013
Menikmati sate bersama Patrick
Sate, sate, sate. Ituah yang sekarang ini sedang booming. Banyak yang membuat tweet atau status tentang sate. Bagaimanapun, sate akan menjadi trending untuk beberapa hari ke depan.
Hari ini, saya menikmati banyak sate. Sate-sate itu dari IRM Al-Kautsar dan dari kelas. Untuk dari IRM A-Kautsar, saya mendapatkan sate ketika saya membantu membakar sate. Icip icip sedikit, tapi malah ketagihan hehe.. Nah untuk dari kelas, akan saya ceritakan.
Hari ini (16/10/2013), kelas kami akan mengadakan acara makan sate. Tempatnya di Pamalayan, dekat salah satu kolam renang. Sebelumnya, kami berkumpul di segitiga dekat sekolah.
Setelah kumpul, kami berangkat ke tujuan. Ada 18 orang yang ikut Patrick Day kali ini. Perjalanan menuju ke sana cuma memerlukan waktu 7 menit jika naik kendaraan umum.
Sesampainya di tempat, kami rehat sejenak, lalu memulai menyiapkan peralatan yang diperlukan. Ada yang menyiapkan tempat pembakaran, yang menyediakan piring dan bumbu, yang menusuk daging, yang cuma makan pun ada.
Kami melaksanakan bagian kami masing-masing, tentunya saling bersenda urau satu sama lain. Banyak kejadian-kejadian lucu selama persiapan acara makan-makan.
Persiapan selesai. Tak butuh waktu terlalu lama untuk persiapan. Kami duduk membentuk lingkaran. Teman saya, Elma, mulai membagikan nasi kepada teman-teman saya yang lainnya. Untuk lauk pauknya, kami mengambil sendiri-sendiri.
Ada teman saya yang dari persiapan mula sudah mengintip menu makan. Tak jarang juga dia memegang tempat sambal, membukanya lalu menutupnya kembali. "Ya Allah Linda, sampe segitunya kamu.." kata saya. "Hehe, aromanya ngegoda sih.." katanya.
Sate dan lauk pauknya terasa enak. Mungkin karena dibuat bersama atau karena saya sedang lapar, atau mungkin juga kedua-duanya hehehe ..
Setelah selesai makan, kami membereskan bekas makan kami. Ada sedikit kehebohan di sini. Niat jail teman-teman saya sepertinya muncul. Karena tempat makan-makannya terletak di atas kolam, teman saya, Linda dan Meli, oleh mereka dimasukkan ke kolam itu. Alhasil mereka basah kuyup, hahaha..
Banyak cerita yang terjadi hari ini. Mulai dari mencuci usus sapi, hingga makan-makan bersama kelas. Semua ini benar-benar berkesan bagi saya. Kalau dalam bahasa Sundanya: "lumayan, aya picaritakeuneun ka budak engke". Lumayan, ada yang bisa diceritakan ke anak saya nanti, hehehe...
Hari ini, saya menikmati banyak sate. Sate-sate itu dari IRM Al-Kautsar dan dari kelas. Untuk dari IRM A-Kautsar, saya mendapatkan sate ketika saya membantu membakar sate. Icip icip sedikit, tapi malah ketagihan hehe.. Nah untuk dari kelas, akan saya ceritakan.
Hari ini (16/10/2013), kelas kami akan mengadakan acara makan sate. Tempatnya di Pamalayan, dekat salah satu kolam renang. Sebelumnya, kami berkumpul di segitiga dekat sekolah.
Setelah kumpul, kami berangkat ke tujuan. Ada 18 orang yang ikut Patrick Day kali ini. Perjalanan menuju ke sana cuma memerlukan waktu 7 menit jika naik kendaraan umum.
Sesampainya di tempat, kami rehat sejenak, lalu memulai menyiapkan peralatan yang diperlukan. Ada yang menyiapkan tempat pembakaran, yang menyediakan piring dan bumbu, yang menusuk daging, yang cuma makan pun ada.
Kami melaksanakan bagian kami masing-masing, tentunya saling bersenda urau satu sama lain. Banyak kejadian-kejadian lucu selama persiapan acara makan-makan.
Persiapan selesai. Tak butuh waktu terlalu lama untuk persiapan. Kami duduk membentuk lingkaran. Teman saya, Elma, mulai membagikan nasi kepada teman-teman saya yang lainnya. Untuk lauk pauknya, kami mengambil sendiri-sendiri.
Ada teman saya yang dari persiapan mula sudah mengintip menu makan. Tak jarang juga dia memegang tempat sambal, membukanya lalu menutupnya kembali. "Ya Allah Linda, sampe segitunya kamu.." kata saya. "Hehe, aromanya ngegoda sih.." katanya.
Sate dan lauk pauknya terasa enak. Mungkin karena dibuat bersama atau karena saya sedang lapar, atau mungkin juga kedua-duanya hehehe ..
Setelah selesai makan, kami membereskan bekas makan kami. Ada sedikit kehebohan di sini. Niat jail teman-teman saya sepertinya muncul. Karena tempat makan-makannya terletak di atas kolam, teman saya, Linda dan Meli, oleh mereka dimasukkan ke kolam itu. Alhasil mereka basah kuyup, hahaha..
Banyak cerita yang terjadi hari ini. Mulai dari mencuci usus sapi, hingga makan-makan bersama kelas. Semua ini benar-benar berkesan bagi saya. Kalau dalam bahasa Sundanya: "lumayan, aya picaritakeuneun ka budak engke". Lumayan, ada yang bisa diceritakan ke anak saya nanti, hehehe...
Selasa, 15 Oktober 2013
Sate kurban yang memanjakan lidah
Satu hal yang pasti ada di setiap Idul Adha: sate. Pada saat Idul Fitri makanan yang ada umumnya adalah ketupat dan opor ayam. Di Idul Adha, satelah yang pasti ada. Produksi tusuk sate pun pasti meningkat, hehehe ..
Seperti tahun-tahun sebelumnya, keluarga saya selalu membuat sate. Biasanya yang dijadikan sate adalah daging sapi, daging domba, atau kedua-duanya. Tergantung mood. Tahun ini, mama saya memutuskan membuat sate sapi dan domba.
Saya sempat kesulitan mendapatkan tusuk sate. Di warung persediaan tusuk sate sudah habis. Katanya diborong sama pembeli. Saya tak mau kalah akal. Saya mengambil bambu yang ada di depan rumah, dan menggeraji bambu tersebut. Setelah itu memotongnya kecil-kecil dan diraut.
Saya juga mempersiapkan tempat untuk membakar sate. "Cari tempat yang teduh," kata mama saya. Peralatan yang dipakai pun sederhana. Ada genting, bata, dan bambu sisa membuat tusuk sate. Sebungkus plastik arang juga sudah dipersiapkan.
Sate yang sudah ditusuk dan kecap manis dibawa ke depan rumah. Arang dinyalakan. Agak sulit juga menyalakan arang. Tapi di tangan mama, menyalakannya itu mudah saja. Hebat..
Satu persatu sate dilumuri kecap dan disimpan di atas tempat pembakaran. Seperti tahun-tahun sebelumnya juga, ada sate yang gosong. Kalau sedang lapar, yang gosong pun akan terasa seperti pizza kan? Hehe..
Sate diangkat dari tempat pembakaran. Mulut saya sudah ngiler, ingin segera mencicipi sate-sate itu. Tapi apa daya. Tidak sopan kalau mendahului orang tua. Saya yang sudah memegang sate harus menyimpan sate kembali ke tempatnya.
Sate sudah matang semua. Papa saya mulai makan sate, saya menyusul setelahnya. Memang nikmat sate-sate ini, apalagi kalau sedang lapar. Yang gosong pun terasa gurih. Alhamdulillah.
Saya sudah mendokumentasikan saat saat membuat sate. Saat sate belum dibakar sampai siap dimakan saya foto. Namun sepertinya akan saya unggah di lain waktu. Membuat artikel di hp jadi kendalanya.
Sisa daging kurban masih banyak. Sepertinya oleh mama akan dibuat gepuk, sop, atau sebagainya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, keluarga saya selalu membuat sate. Biasanya yang dijadikan sate adalah daging sapi, daging domba, atau kedua-duanya. Tergantung mood. Tahun ini, mama saya memutuskan membuat sate sapi dan domba.
Saya sempat kesulitan mendapatkan tusuk sate. Di warung persediaan tusuk sate sudah habis. Katanya diborong sama pembeli. Saya tak mau kalah akal. Saya mengambil bambu yang ada di depan rumah, dan menggeraji bambu tersebut. Setelah itu memotongnya kecil-kecil dan diraut.
Saya juga mempersiapkan tempat untuk membakar sate. "Cari tempat yang teduh," kata mama saya. Peralatan yang dipakai pun sederhana. Ada genting, bata, dan bambu sisa membuat tusuk sate. Sebungkus plastik arang juga sudah dipersiapkan.
Sate yang sudah ditusuk dan kecap manis dibawa ke depan rumah. Arang dinyalakan. Agak sulit juga menyalakan arang. Tapi di tangan mama, menyalakannya itu mudah saja. Hebat..
Satu persatu sate dilumuri kecap dan disimpan di atas tempat pembakaran. Seperti tahun-tahun sebelumnya juga, ada sate yang gosong. Kalau sedang lapar, yang gosong pun akan terasa seperti pizza kan? Hehe..
Sate diangkat dari tempat pembakaran. Mulut saya sudah ngiler, ingin segera mencicipi sate-sate itu. Tapi apa daya. Tidak sopan kalau mendahului orang tua. Saya yang sudah memegang sate harus menyimpan sate kembali ke tempatnya.
Sate sudah matang semua. Papa saya mulai makan sate, saya menyusul setelahnya. Memang nikmat sate-sate ini, apalagi kalau sedang lapar. Yang gosong pun terasa gurih. Alhamdulillah.
Saya sudah mendokumentasikan saat saat membuat sate. Saat sate belum dibakar sampai siap dimakan saya foto. Namun sepertinya akan saya unggah di lain waktu. Membuat artikel di hp jadi kendalanya.
Sisa daging kurban masih banyak. Sepertinya oleh mama akan dibuat gepuk, sop, atau sebagainya.
Idul Adha di kampung Jati
Seperti saat Idul Fitri kemarin, takbir bergema semalaman di malam Idul Adha. Hari ini, seluruh umat muslim di dunia melaksanakan kurban, sebagai bukti ketakwaan kepada Allah SWT. Hewan yang dikurbankan adalah sapi dan domba.
Di kampung saya, setelah shalat Idul Adha, dilaksanakan penyembelihan hewan kurban. Ada 4 sapi dan 1 domba yang disembelih. Lokasi penyembelihan di dekat mesjid Al-Ikhlas, sekitar 30 meter ke barat.
Pak Haji Shaleh saya lihat mengumandangkan takbir saat hewan akan disembelih. Selain itu, beliau juga memimpin jalannya acara. Sambil membawa kertas, Pak Haji terlihat sibuk di lokasi penyembelihan.
Pak RW juga terlihat sibuk. Beliau mendata berat daging yang ditimbang. Berat bersih dan berat kotor ia catat dengan teliti. Ya itulah tugas pencatat: harus teliti. Kalau tidak, habis sudah.
Banyak anak-anak yang datang ke lokasi penyembelihan. Saya perhatikan ekspresi mereka saat sapi disembelih. Mereka tampak takut. Saya pun merasa geli. Mungkin saya juga begitu waktu masih kecil, hehehe ..
Di kampung saya, setelah shalat Idul Adha, dilaksanakan penyembelihan hewan kurban. Ada 4 sapi dan 1 domba yang disembelih. Lokasi penyembelihan di dekat mesjid Al-Ikhlas, sekitar 30 meter ke barat.
Pak Haji Shaleh saya lihat mengumandangkan takbir saat hewan akan disembelih. Selain itu, beliau juga memimpin jalannya acara. Sambil membawa kertas, Pak Haji terlihat sibuk di lokasi penyembelihan.
Pak RW juga terlihat sibuk. Beliau mendata berat daging yang ditimbang. Berat bersih dan berat kotor ia catat dengan teliti. Ya itulah tugas pencatat: harus teliti. Kalau tidak, habis sudah.
Banyak anak-anak yang datang ke lokasi penyembelihan. Saya perhatikan ekspresi mereka saat sapi disembelih. Mereka tampak takut. Saya pun merasa geli. Mungkin saya juga begitu waktu masih kecil, hehehe ..
Senin, 14 Oktober 2013
Selamat Ulang Tahun, Abah
Minggu, 13 Oktober, di kediaman abah (sebutan saya untuk kakek) saya diselenggarakan acara ulang tahun kecil-kecilan. Sebenarnya abah berulang tahun pada 15 Oktober nanti, tapi berhubung paman saya berulang tahun pada 13 Oktober, jadi digabung saja. Karena sedang sibuk, paman saya tidak hadir.
Saya dan keluarga berangkat ke rumah abah. Selain kami, ada juga kerabat dan keluarga dari Bandung yang hadir. Suasana makin meriah ketika ayah saya selaku pembawa acara mememberikan humor-humor ringan khasnya. Kami tertawa geli mendengar guyonan-guyonan ayah.
Acara dimulai dari abah. Beliau mengucapkan harapan-harapannya. Dilanjut dengan sesi potong kue. Anggota keluarga yang berulang tahun bulan Oktober memotong kue secara simbolik.
Acara ditutup dengan doa. Sesi selanjutnya yaitu makan kue. Di sini terasa kehangatan suasana. Kami semua saling bertukar cerita, berbagi kue, dan berbagi kebahagiaan, hehehe ..
Selamat ulang tahun yang ke-77, abah. Semoga sehat selalu dan panjang umur. Aamiin.
Saya dan keluarga berangkat ke rumah abah. Selain kami, ada juga kerabat dan keluarga dari Bandung yang hadir. Suasana makin meriah ketika ayah saya selaku pembawa acara mememberikan humor-humor ringan khasnya. Kami tertawa geli mendengar guyonan-guyonan ayah.
Acara dimulai dari abah. Beliau mengucapkan harapan-harapannya. Dilanjut dengan sesi potong kue. Anggota keluarga yang berulang tahun bulan Oktober memotong kue secara simbolik.
Acara ditutup dengan doa. Sesi selanjutnya yaitu makan kue. Di sini terasa kehangatan suasana. Kami semua saling bertukar cerita, berbagi kue, dan berbagi kebahagiaan, hehehe ..
Selamat ulang tahun yang ke-77, abah. Semoga sehat selalu dan panjang umur. Aamiin.
Langganan:
Postingan (Atom)