Minggu, 19 Januari 2014

Satu Organisasi Lebih Baik


Gerakan Pramuka Ambalan Ciung Wanara

Saya mengenal organisasi waktu saya baru masuk SMP. Orang-orang di organisasi bekerja, rapat, melakukan kumpulan rutin, dan sebagainya. Ada banyak organisasi atau ekstrakulikuler di SMP saya. Inginnya sih, saya ikut organisasi yang saya minati (ada banyak organisasi yang saya minati). Akan tetapi, sekolah melarang kami mengikuti organisasi atau ekstrakulikuler lebih dari dua organisasi.

Menginjak SMA, ada peraturan dalam hal keorganisasian yang membuat saya cukup senang waktu itu. Peraturannya begini: sekolah tidak memberikan batasan bagi siswa untuk mengikuti organisasi. Dengan kata lain, saya bisa mengikuti lebih dari 2 organisasi.

Akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti 5 ekstrakulikuler atau organisasi. Awalnya saya semangat. Datang melaksanakan kumpulan rutin tiap minggu. Ada yang satu kali seminggu, ada yang dua kali seminggu. Sangat menyenangkan sekali menjadi orang sibuk, itu yang ada di pikiran saya... waktu itu.

Makin hari, semangat berorganisasi saya semakin menurun. Puncaknya, ketika hampir semua organisasi yang saya ikuti, mewajibkan anggotanya untuk memiliki kaus organisasi. Ditambah lagi, keuangan saya sedang kurang.

Tugas sekolah semakin hari semakin menumpuk. Tidak sempat dikerjakan, karena tiap hari pulang malam, kecapekan lalu tidur. Alasannya tentu: habis ekstrakulikuler. Alhasil, nilai saya di semester 2 lebih jelek dari semester 1. Celaka ini namanya!

Memasuki semester 3, saya belajar dari kesalahan-kesalahan saya di semester 2. Saya lebih memfokuskan diri ke satu organisasi: Pramuka. Perbandingannya, 80 persen belajar, 20 persen organisasi. Alhasil, nilai semester 3 saya rasa lebih baik dari semester 2. Alhamdulillah.

Di semester 4 ini, rencana saya tetap sama, tapi mungkin perbedaannya lain: 90 persen belajar, 10 persen organisasi. Saya harus mempersiapkan segalanya. Memperbaiki nilai yang masih kurang, dan sebagainya. Supaya bisa masuk ke perguruan tinggi yang saya inginkan lewat jalur SNMPTN undangan, aamiin.

Permasalahannya ada di organisasi. Terlalu banyak organisasi membuat kita lupa tugas utama kita: belajar. Organisasi sering dijadikan alasan agar tidak belajar, di rumah atau di sekolah. Memang, tidak semua orang tidak begitu. Cuma beberapa saja yang bisa membagi waktu antara belajar dan berorganisasi.

Berorganisasi tidak jelek, malah menurut saya bagus. Dengan berorganisasi kita dapatkan keluarga baru. Keluarga kedua setelah keluarga yang ada di rumah. Kita "dipaksa" untuk berpikir kritis. Bermusyawarah untuk mufakat.

Kembali lagi ke orang yang beroganisasi. Orang yang baik dan bijak, menurut saya, adalah orang yang bisa membagi waktu secara adil. Adil tidak harus sama rata. Adil harus sesuai dengan kebutuhan.

Setelah dipikir-pikir lagi, lebih baik menggunakan kebijakan saat saya masih sekolah di SMP: tidak boleh mengikuti lebih dari 2 organisasi. Bahkan kebijakannya akan lebih baik jika diharuskan hanya mengikuti 1 organisasi. Lebih baik fokus dan hasilnya maksimal daripada bercabang dan hasilnya tidak maksimal.

Saya harap kebijakan tersebut diterapkan juga di sekolah tempat saya belajar sekarang

Jumat, 17 Januari 2014

"Blogger Musiman" dan Copy/Paste

Ketika saya masuk ke dasbor blog, kebiasaan saya adalah melihat daftar bacaan blog. Ada banyak artikel di daftar bacaan. Ada yang tentang teknologi, berita terbaru, dan sebagainya. Saya mencari artikel yang menarik perhatian saya, lalu membacanya.

Ada banyak blog yang saya ikuti. Kebanyakan adalah blog teman-teman saya. Itu juga mereka nyuruh saya untuk mengikuti blognya masing-masing. Saya iseng-iseng membuka salah satu blog teman SMP saya. Dan waw! Saya melihat tanggal publikasi artikelnya, ada sekitar 1 bulan yang lalu. Yang lebih parah, ada juga yang 1 tahun yang lalu! Edan kacida euy! Luar biasa..


Dilihat dari isi blog, bisa dikatakan 90 persen blog yang saya ikuti artikelnya hasil nyomot atau copas. Nyomotnya juga asal nyomot. Maksudnya, dalam artikel yang dipublikasikannya tidak dicantumkan sumber yang aslinya. Kalau ketahuan penulis aslinya bisa bahaya tuh, hehe..

Kenapa bisa begitu? Menurut hasil pengamatan saya, ini disebabkan karena tugas pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Guru TIK menyuruh muridnya untuk membuat blog, lalu mempercantik blog itu dengan script-script tertentu. Isi blog tidak menjadi prioritas. Yang menjadi prioritas adalah tampilan blog, sehingga banyak yang lebih memilih copas daripada membuat tulisan sendiri. Membuat tulisan sendiri lama, belum ini belum itu. Nyomot lebih praktis.

Apa yang selanjutnya terjadi? Bisa ditebak, jika tugas selesai, blog ditinggalkan. Blog jadi tak terurus. Dan ini terjadi setiap tahun, sudah seperti siklus. Makin banyak blog yang mati akibat ulah para "blogger musiman".

Tentunya ini tidak berlaku bagi orang yang suka menulis. Yang suka menulis di blog berpendapat bahwa isi blog yang paling penting, tampilan belakangan. Orang yang suka menulis di blog, akan terus menulis di blognya. Tidak peduli tulisannya dibaca orang atau tidak. Yang penting, menulis dan menulis. Mereka tidak akan membiarkan blognya mati begitu saja.

Saya jadi ingat kata-kata Pak Dahlan Iskan, menteri BUMN yang dulunya seorang wartawan, dalam sebuah artikel yang saya baca. "Menulis itu tidak ada kursusnya. Menulis dan menulis. Tak peduli tulisanm jelek atau bagus, yang penting menulis," begitu katanya.

Yang membedakan "blogger musiman" dengan blogger yang bukan musiman (menurut saya) adalah menulis. Blogger yang baik adalah blogger yang rajin melakukan pembaruan pada blognya, bukan yang terakhir diperbaruinya 1 bulan yang lalu, atau 1 tahun yang lalu.

Kamis, 16 Januari 2014

Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung dan Sekolah

Sebagaimana yang kita tahu, Maulid Nabi Muhammad SAW di tahun ini jatuh pada tanggal 14 Januari. Kalau dalam tahun Hijriah, Maulid Nabi pada tanggal 12 Rabbiul Awal/ Di Tatar Sunda, Maulid Nabi sering disebut juga muludan. Itulah kenapa orang Sunda selalu bilang bulan Rabbiul Awal dengan sasih mulud.

Setiap tahun, Maulid Nabi selalu diperingati di kampung saya. Tahun ini, memperingatinya sama seperti tahun kemarin: mendengarkan khotbah. Kali ini, ustadnya berasal dari Cijeunjung, sekitar 10 km dari Ciamis Kota. "Udah 4 kali saya diundang ke sini," kata pak ustad membuka acara. "Dulu masih terikat, sekarang sudah merdeka," tambahnya sambil tertawa kecil.

Tausiyah dilaksanakan di Mesjid Nurhasanah, RT 02 RW 07. Tidak terlalu jauh dari rumah saya. Dan acara dimulai pukul 20:15 WIB. "Karena sekarang isya pukul 19:20, acara akan dimulai pada pukul 20:15," kata pak Soleh, DKM mesjid Nurhasanah. Acaranya berlangsung selama 2 jam.

Tidak hanya di kampung saya, di sekolah saya juga memperingati Maulid Nabi. Rabu, 15 Januari pukul 07:00 WIB acara dimulai. Siswa-siswi berkumpul di lapang upacara. Sambil menunggu Pak Ustad, kami disuguhi hiburan yang islami.

Acara inti dimulai pukul 09:00 WIB. Pembawa acara (Adit dan Aldi), membacakan susunan acara. "Yang pertama adalah sambutan dari Kepala Sekolah. Kepada Bapak Kepala Sekolah dipersilakan," kata Adit.

Setelah sambutan Kepala Sekolah, sambutan-sambutan lainnya menyusul. Ketua pelaksana membacakan laporannya di atas mimbar. "Rada gugup euy," kata Dhio kepada saya sebelum membacakan laporan. Saya tersenyum, mencoba menyemangatinya. Dia pun akhirnya bisa membacakan laporan dengan baik.

Cukup lama sambutan-sambutan itu. Saya sendiri merasa bosan dan mengantuk mendengar sambutannya. Mingkin karena efek dari kemarin malam yang tidur pukul sebelas malam kali ya..

Setelah sesi sambutan berlalu, giliran pak ustad yang naik ke mimbar. Seperti ustad-ustad Sunda lainnya, beliau melakukan pemanasan sebelum memulai tausiyah. Pemanasan di sini berarti memberikan humor-humor ringan yang cukup membuat kami segar kembali. Barulah, setelah merasa suasana menjadi lebih santai, beliau memulai tausiyahnya.Temanya tentang silaturahmi dan umat akhir zaman.

Jadi, sebagai umat akhir zaman kita memiliki tugas," kata pak ustad. Kami mendengarkan secara seksama apa yang disampaikan beliau. "Cintai Rasulullah, laksanakan shalat dan ibadah lainnya," beliau melanjutkan perkataannya.

Acara selesai pukul 11:30 WIB. Kami bubar dari lapang upacara dan sibuk mengurus urusan masing-masing. Saya dan teman sekelas makan bersama di kelas. Menunya sederhana: daging ayam, nasi, sambal, mentimun, dan kacang panjang. "Yang penting bukan menunya, tapi suasananya," katateman saya. Leres kacida, betul sekali! Saya setuju dengan pernyataannya itu.

Banyak yang saya dapatkan di maulid nabi kali ini. Ilmu baru dan suasana yang langka. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah.

Rabu, 15 Januari 2014

Acara Banyolan yang Lagi Naik Daun

Setiap kali saya mengintip kamar ibu sehabis pulang sekolah, pasti ibu ada di sana. Sambil tiduran di kasur, ibu asyik menonton televisi.Yang ditontonnya juga pasti acara hiburan. Pesbukers, Campur-campur, Yuk Keep Smile ibu paling suka. Tiga acara itu sudah menjadi tontonan wajib ibu setiap malam.

Kadang ibu senyum-senyum sendiri. Banyolan Jessica Iskandar dan kawan-kawan suka membuatibu tertawa. Kasang saya juga penasaran. Pernah suatu waktu saya dan ibu menonton acara itu. Ibu ketawa-ketawa sendiri, sementara saya cima diam. Heran. "Dimana lucunya?" pikir saya.

Acara  hiburan seperti itu memang sedang popular di saluran televisi Indonesia. Penggemarnya pun lumayan banyak. Buktinya, pagi, siang, malam, ada saja acara televisi seperti YKS, dan sebagainya. Banyak juga komedian-komedian yang naik daun gara-gara itu. Kita kenal Kakrtika Putri di Pesbukers. Ada juga Bopak Castello.

Selain itu, di acara hiburan yang seperti itu juga memiliki jogetnya masing-masing. Berawal dari goyang Caisar dengan "Buka Dikit Joss"nya, goyang Kereta Malam, dan yang terakhir adalah goyang Oplosan. Goyang ini sempat dikecam KPI karena dinilai erotis. Oleh karena itu, ada gerakan-gerakan yang diubah dalam goyang oplosan.

Memang, tiap orang memilkiselera humor yang berbeda-beda. Ibu saya suka banyolan khas Olga Syaputera, sdangkan saya lebih suka gaya Sule. Bahan humornya fresh, selalu mengikuti topic yang sedang populer. Ditambah lagi tingkah lakunya selalu berhasil uat saya tertawa.

Saya jadi ingat dulu, saat Sule belum setenar sekarang. Dia dan grup lawak SOS lainnya sempat tampil menghibur masyarakat Ciamis, khususnya kampung Jati dan Yudanagara. Gayanya melawak masih sama seperti sekarang.

Di sela-sela kepopuleran Olga dan kawan-kawan, para komedian senior seperti Sule ini harus tetap mempertahankan eksistensi mereka.

Minggu, 27 Oktober 2013

Kemeriahan acara "Gebyar Rakyat Galuh"

Masih Sabtu (26/10/2013), berbarengan dengan acara pemilihan ketua OSIS, ada acara yang diselenggarakan oleh mahasiswa Ciamis yang kuliah di Bandung.

Acara ini bernama "Gebyar Rakyat Galuh". Siangnya, ada perlombaan. Ada 2 cabang yang dilombakan, yaitu lomba karya tulis ilmiah dan lomba debat. Tempatnya juga di SMA Negeri 1 Ciamis.

Malam harinya, di Taman Lokasana Ciamis, diadakan pentas seni. Kegiatan ini masih bagian dari acara Gebyar Rakyat Galuh. Pesertanya sekolah-sekolah yang ada di Ciamis. SMA Negeri 1 Ciamis juga mengirimkan Nuansa sebagai perwakilan sekolah. Benar-benar hari yang padat buat Nuansa!

Saya diminta rekan saya untuk ikut berpartisipasi. Awalnya ya saya menolak, dengan alasan saya akan berangkat ke Banjar. Tapi karena benar-benar kekurangan pemain, saya akhirnya ikut.

Acaranya dimulai setelah Maghrib. Sementara pemain perempuan sibuk berdandan, kami, pemain laki-laki berangkat ke Taman Lokasana untuk melakukan persiapan. Yang datang lumayan banyak. Mungkin karena malam minggu kali ya, hehehe ..

Semakin malam, acara semakin meriah. Semakin banyak yang datang menyaksikan pertunjukan. Satu persatu peserta menampilkan kreasi masing-masing. Ada teater, tari, dramatisasi puisi, musikalisasi puisi, dan sebagainya. Benar-benar malam apresiasi seni deh..

Tibalah giliran kami tampil. FYI, ada 3 penampilan yang dikirimkan SMA Negeri 1 Ciamis: Rampak Kendang, Tari Jaipong, Tari Kembang Tanjung, dan Musikalisasi Puisi (oleh Chromatic Lovable, salah satu karyanya bisa dilihat di arsip besar blog ini).

Alhamdulillah, kami tampil cukup memuaskan malam ini. Meskipun ada beberapa kendala internal, kami berhasil mengatasinya.

Terima kasih untuk Sabtu (26/10/2013) kemarin. Benar-benar hari yang melelahkan, tapi hari yang benar-benar indah :)

Ketua OSIS SMA Negeri 1 Ciamis 2013/2014

Sabtu (26/10/2013) kemarin, di sekolah saya dilaksanakan pemilihan ketua OSIS periode 2013/2014. Seperti yang pernah saya katakan sebelumnya, ada 3 calon ketua OSIS. Bagi yang belum baca, silakan cari di arsip besar blog ini yang judulnya kalau tidak salah 'orasi caketos yang bikin gregetan'.

Seperti biasa, saya berangkat sekolah agak siang. Karena sudah kebiasaan, berangkat pagi-pagi rasanya suka aneh begitu deh. Meskipun agak siang, saya KALI INI tidak kesiangan.

Saya lantas masuk ke kelas. Saya duduk di bangku saya, dan mengerjakan tugas biologi saya yang belum selesai -_- (baru dikerjain sedikit, sisanya ketiduran. Jangan ditiru ya :p).

Humas pilketos sudah memberitahu agar kumpul di lapangan upacara. "Acara akan segera dimulai, jadi mohon untuk berkumpul di lapangan sekarang," katanya. Saya membereskan dulu pekerjaan saya, dan setelah itu menuju lapangan upacara.

Dalam setiap acara, pasti ada pembukaannya. Nah, di acara pilketos kali ini juga begitu. Acara pembukaan seperti biasa, Nuansa sangat berperan di bagian ini. Dengan kreasinya, Nuansa menampilkan penampilan yang menghibur.

Setelah acara pembukaan selesai, acara inti dimulai. Satu persatu kelas dipanggil, mulai dari XII IPA sampai X IPS. Agak bosan juga saya menunggu, jadi ya saya keluyuran dulu. FYI, saya kelas XI IPA 3 :p

Singkat cerita, setelah semua kelas sudah melakukan pencontrengan, penghitungan suara dimulai. Setelah semuanya selesai, hasilnya diumumkan. "Yang menjadi ketua OSIS periode 2013/2014 adalah Agung Prasetyo," begitu katanya. Saya lupa lagi berapa jumlah suaranya, yang jelas beda 80 dari calon yang menempati urutan kedua.

Selamat untuk Agung! Semoga bisa memimpin dengan baik yang bijaksana. Aamiin.

Senin, 21 Oktober 2013

Orasi caketos yang bikin gregetan

Senin, 21 Oktober 2013, dilaksanakan orasi dari calon-calon ketua OSIS periode 2013/2014. Ada 3 calon yang berhasil lolos dari beberapa seleksi. Dari Nuansa: Suci Dewiyani F., dari IRM Al-Kautsar: M. Ari Wibowo, dan dari Olahraga: Agung Prasetyo (bukan Vicky Prasetyo ya :v).

Acara dimulai pukul 7.30 pagi. Ketika saya sampai ke sekolah (sekitar pukul 7 pagi, hampir kesiangan -_-) juga para calon ketua OSIS sudah bersiap dengan rombongan masing-masing. Mereka mengenakan pakaian khas organisasi.

Yang pertama berorasi adalah calon dari Nuansa, Suci. Sambil berjalan menuju mimbar dia diiringi rombongannya. Begitu pula untuk yang kedua dan ketiga. Para rombongan begitu antusias mengikuti orasi.

Melihat itu, saya jadi teringat tahun lalu. Tahun lalu, yang menjadi calon 3 besar adalah dari organisasi Nuansa, IRM, dan KIR. Ini berarti Nuansa dan IRM 2 tahun berturut-turut lolos ke 3 besar.

Oke kembali ke laptop :p. Karena saya juga ikut organisasi Nuansa, IRM, dan KIR, saya jadi bingung harus ikut rombongan mana. Tapi akhirnya saya ikut orasi Nuansa dan IRM.

Ada sedikit rasa malu ketika ikut orasi. Kenapa? Karena rombongan itu cuma jalan-jalan mengelilingi lapang, lalu berhenti di podium. Setelah itu, kembali lagi ke tempat asal. Tentu saja itu semua dilihat banyak warga SMA N 1 Ciamis.

Yah walaupun agak malu, tapi rame juga sih. Banyak sorak sorai ketika kami masuk ke lapangan upacara. Apalagi ketika calon ketua OSIS sedang menyampaikan pidato dan visi misinya. Ah, gregetan pokoknya hehehe ..

Tulisan pendek ini terinspirasi ketika sedang melihat orasi calon ketua OSIS di dekat majalah dinding organisasi Jurnalis.

Minggu, 20 Oktober 2013

Permainan yang mulai hilang

Di era modern ini, mainan sudah pada canggih. Ada playstation, xbox, dan sebagainya. Tambah lagi sekarang sudah ada game online, seperti Point Blank, 3 Kingdoms, dan masih banyak lagi. Semua itu sering dimainkan anak-anak zaman sekarang.

Hal ini terbukti ketika saya pergi ke warnet. Warnet depan gapura saya penuh oleh anak-anak SD dan SMP. Itu pun anak-anak SMP yang baru lulus dari SD. Mereka sedang asyik main PB. Sambil bermain, mulut mereka tak berhenti bicara.

Saya jadi ingat dulu waktu masih SD. Saya dan teman-teman saya suka bermain petak umpet, main kelereng, gasing yang harganya 2000-an, ah masih banyak lagi pokoknya. Kalau pulang ke rumah itu badan udah kotor dan bau keringat hehe..

Sekarang bagaimana? TIDAK ADA. Di kampung saya permainan seperti itu sudah tidak ada lagi. Yang ada mungkin hanya kelereng saja. Itu juga paling berlangsung cuma sebentar, sekitar 1 bulan bahkan kurang. Anak-anak sekarang lebih suka main PS atau game online.

Lantas bagaimana dengan permainan-permainan itu? Entahlah. Mungkin hanya tinggal nama saja. Tergantung anak-anaknya juga sih. Kalau mau main lagi permainan waktu saya SD permainan itu tidak akan hilang.

Saya sempat berpikir bagaimana permainan-permainan itu ke depannya. Padahal sayang lho kalau punah. Itu adalah permainan asli dari Indonesia. Itu juga yang jadi ciri khas negara kita. Kalau itu hilang, ciri khas kita berkurang. Betul?

Yah harapan saya cuma sedikit sih, semoga permainan-permainan saya waktu SD tidak punah. Saya tidak melarang anak-anak main Playstation atau game online. Itu ya hak mereka. Cuma, masih bisa kan, permainan dulu dan sekarang dijalankan beriringan? Masa harus saya lagi yang main. Ga lucu kan udah bulu ketekan gini main permainan pas dulu SD? Hehehe..

Tulisan ini terinspirasi saat saya melihat adik-adik saya bermain gasing dari kayu buatan ayah saya. Syukurlah, permainan-permainan dahulu masih dimainkan oleh adik-adik saya.