Sebagaimana yang kita tahu, Maulid Nabi Muhammad SAW di tahun ini jatuh pada tanggal 14 Januari. Kalau dalam tahun Hijriah, Maulid Nabi pada tanggal 12 Rabbiul Awal/ Di Tatar Sunda, Maulid Nabi sering disebut juga muludan. Itulah kenapa orang Sunda selalu bilang bulan Rabbiul Awal dengan sasih mulud.
Setiap tahun, Maulid Nabi selalu diperingati di kampung saya. Tahun ini, memperingatinya sama seperti tahun kemarin: mendengarkan khotbah. Kali ini, ustadnya berasal dari Cijeunjung, sekitar 10 km dari Ciamis Kota. "Udah 4 kali saya diundang ke sini," kata pak ustad membuka acara. "Dulu masih terikat, sekarang sudah merdeka," tambahnya sambil tertawa kecil.
Tausiyah dilaksanakan di Mesjid Nurhasanah, RT 02 RW 07. Tidak terlalu jauh dari rumah saya. Dan acara dimulai pukul 20:15 WIB. "Karena sekarang isya pukul 19:20, acara akan dimulai pada pukul 20:15," kata pak Soleh, DKM mesjid Nurhasanah. Acaranya berlangsung selama 2 jam.
Tidak hanya di kampung saya, di sekolah saya juga memperingati Maulid Nabi. Rabu, 15 Januari pukul 07:00 WIB acara dimulai. Siswa-siswi berkumpul di lapang upacara. Sambil menunggu Pak Ustad, kami disuguhi hiburan yang islami.
Acara inti dimulai pukul 09:00 WIB. Pembawa acara (Adit dan Aldi), membacakan susunan acara. "Yang pertama adalah sambutan dari Kepala Sekolah. Kepada Bapak Kepala Sekolah dipersilakan," kata Adit.
Setelah sambutan Kepala Sekolah, sambutan-sambutan lainnya menyusul. Ketua pelaksana membacakan laporannya di atas mimbar. "Rada gugup euy," kata Dhio kepada saya sebelum membacakan laporan. Saya tersenyum, mencoba menyemangatinya. Dia pun akhirnya bisa membacakan laporan dengan baik.
Cukup lama sambutan-sambutan itu. Saya sendiri merasa bosan dan mengantuk mendengar sambutannya. Mingkin karena efek dari kemarin malam yang tidur pukul sebelas malam kali ya..
Setelah sesi sambutan berlalu, giliran pak ustad yang naik ke mimbar. Seperti ustad-ustad Sunda lainnya, beliau melakukan pemanasan sebelum memulai tausiyah. Pemanasan di sini berarti memberikan humor-humor ringan yang cukup membuat kami segar kembali. Barulah, setelah merasa suasana menjadi lebih santai, beliau memulai tausiyahnya.Temanya tentang silaturahmi dan umat akhir zaman.
Jadi, sebagai umat akhir zaman kita memiliki tugas," kata pak ustad. Kami mendengarkan secara seksama apa yang disampaikan beliau. "Cintai Rasulullah, laksanakan shalat dan ibadah lainnya," beliau melanjutkan perkataannya.
Acara selesai pukul 11:30 WIB. Kami bubar dari lapang upacara dan sibuk mengurus urusan masing-masing. Saya dan teman sekelas makan bersama di kelas. Menunya sederhana: daging ayam, nasi, sambal, mentimun, dan kacang panjang. "Yang penting bukan menunya, tapi suasananya," katateman saya. Leres kacida, betul sekali! Saya setuju dengan pernyataannya itu.
Banyak yang saya dapatkan di maulid nabi kali ini. Ilmu baru dan suasana yang langka. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar