Ketika saya masuk ke dasbor blog, kebiasaan saya adalah melihat daftar bacaan blog. Ada banyak artikel di daftar bacaan. Ada yang tentang teknologi, berita terbaru, dan sebagainya. Saya mencari artikel yang menarik perhatian saya, lalu membacanya.
Ada banyak blog yang saya ikuti. Kebanyakan adalah blog teman-teman saya. Itu juga mereka nyuruh saya untuk mengikuti blognya masing-masing. Saya iseng-iseng membuka salah satu blog teman SMP saya. Dan waw! Saya melihat tanggal publikasi artikelnya, ada sekitar 1 bulan yang lalu. Yang lebih parah, ada juga yang 1 tahun yang lalu! Edan kacida euy! Luar biasa..
Dilihat dari isi blog, bisa dikatakan 90 persen blog yang saya ikuti artikelnya hasil nyomot atau copas. Nyomotnya juga asal nyomot. Maksudnya, dalam artikel yang dipublikasikannya tidak dicantumkan sumber yang aslinya. Kalau ketahuan penulis aslinya bisa bahaya tuh, hehe..
Kenapa bisa begitu? Menurut hasil pengamatan saya, ini disebabkan karena tugas pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Guru TIK menyuruh muridnya untuk membuat blog, lalu mempercantik blog itu dengan script-script tertentu. Isi blog tidak menjadi prioritas. Yang menjadi prioritas adalah tampilan blog, sehingga banyak yang lebih memilih copas daripada membuat tulisan sendiri. Membuat tulisan sendiri lama, belum ini belum itu. Nyomot lebih praktis.
Apa yang selanjutnya terjadi? Bisa ditebak, jika tugas selesai, blog ditinggalkan. Blog jadi tak terurus. Dan ini terjadi setiap tahun, sudah seperti siklus. Makin banyak blog yang mati akibat ulah para "blogger musiman".
Tentunya ini tidak berlaku bagi orang yang suka menulis. Yang suka menulis di blog berpendapat bahwa isi blog yang paling penting, tampilan belakangan. Orang yang suka menulis di blog, akan terus menulis di blognya. Tidak peduli tulisannya dibaca orang atau tidak. Yang penting, menulis dan menulis. Mereka tidak akan membiarkan blognya mati begitu saja.
Saya jadi ingat kata-kata Pak Dahlan Iskan, menteri BUMN yang dulunya seorang wartawan, dalam sebuah artikel yang saya baca. "Menulis itu tidak ada kursusnya. Menulis dan menulis. Tak peduli tulisanm jelek atau bagus, yang penting menulis," begitu katanya.
Yang membedakan "blogger musiman" dengan blogger yang bukan musiman (menurut saya) adalah menulis. Blogger yang baik adalah blogger yang rajin melakukan pembaruan pada blognya, bukan yang terakhir diperbaruinya 1 bulan yang lalu, atau 1 tahun yang lalu.
artikel yang mantap
BalasHapusMungkin si penulisblog itu sedang sibukmbak,jadi tak terurus blognya
BalasHapus